Kamis, 13 Desember 2012

MENYELESAIKAN KASUS ANAK DIDIK


Kasus 1
Seorang siswa kela 1 SMA di kota A. Berasal dari keluarga tani di desa. Ayah dan kakaknya berpendidikan SD. Ibunya tuna aksara. Di kota A dia ikut pamannya, yang kebetulan insinyur pertanian. Oleh pamannya dia diarahkan dan dianjurkan untuk dapat masuk jurusan IPA, karena jurusan ini dapat melanjutkan studi lebih luas daripada jurusan IPS. Situasi dan kondisi belajar siswa tersebut di rumah pamannya sangat memadai. Sedang orangtuanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan siswa tersebut kepada pamannya. Tetapi setelah anak tersebut dijuruskan ia tidak memenuhi syarat ke jurusan IPA. Ia terpaksa masuk jurusan IPS. Untuk kelengkapan, ia memperoleh data hasil belajar sebagai berikut :
Pendidikan agama  (7) pendidikan moral pancasila (8) bahasa indonesia (7) bahasa inggris (7) matematika (5) IPA (5) IPS (7) ketrampilan (6) olahraga (7) seni rupa (6) seni suara (6)
Pamannya sangat kecewa akan hal itu. Dia marah-marah, bahkan memerintahkan untuk pindah sekolah. Siswa itu sendiri juga tidak senang masuk IPS, karena terpengaruh oleh anjuran dan pengaruh pamannya. Terjadilaah konflik dalam diri siswa tersebut. Ia jadi pemurung, bahkan mengurung diri dalam kamar. Bagaimana menolong siswa tersebut ?
·         Kesulitan yang dihadapi
a.       Jurusan ips
b.      Metode pembelajaran
·         Faktor penyebab kesulitan
a.       Tidak memenuhi syarat ke jurusan IPA dan Pamannnya sangat kecewa dan marah-marah, bahkan memrintahkan untuk pindah sekolah.
b.      Sulitnya penguasaan materi
·         Perkiraan penetapan bantuan
a.       Memberikan motivasi dan penjelasan tentang jurusan IPS, memperlihatkan orang-orang yang sukses dibidang IPS, sehingga siswa tersebut memperoleh kesan yang mendalam terhadap jurusan IPS.
b.      Mencoba untuk memindahkan jurusan ke ipa dalam uji percobaan 3bulan
c.       Bimbingan konsultasi
Alat : video


·         Pelaksanaan tindak lanjut
Guru membawa siswa keruangannya dan mempertanyakan apa keluhannya tentang jurusan yang tidak diminatinya yaitu IPS. Setelah itu guru menjelaskan beberapa kelebihan jurusan IPS dan menceritakan orang-orang yang sukses dalam bidang IPS dengan memperlihatkan video orang-orang sukses. Dan siswa tidaklah mengalami ketidak mampuan dalam belajar. Justru sebaliknya, siswa tidaklah menguasai materi di bidang ips yg mungkin cendrung bersifat penguasaan materi penglafalan. Mengapa ? karna pada dasarnya siswa bisa jadi lebih menguasai dasar – dasar dari jurusan ipa di bandingkan ips. Alangkah baiknya, guru sebelum siswa di masukkan ke jurusan ips. Guru baiknya menguju emisi kemampuan IQ seorang anak dibidang mana yg dikuasainya ipa kah atau ips.. pengujian biasanya di beri kan dalam jangka waktu 2bulan. Untuk mengetahui kemampuan siswa tidak di dasari dengan keterpaksaan melainkan didasari dengan minat dan tingkat kemampuannya.. barulah guru bisa menelaah siswa tersebut pantesnya di jurusan ipa atau ips.


Kasus 2
Seorang siswa salah satu SMA, prestasi hasil belajar dalam bidang studi bahasa indonesia sangat kurang. Ia duduk di kelas IPA. Orang tuanya bercita-cita agak dia kelak menjadi seorang insinyur Tehnik. Tetapi tampaknya siswa tersebut kurang mempunyai kemampuan. Ia sangat dimanjakan olekneneknya, begitu juga kakak- kakaknya, karena ia anak bungsu. Ia selalu diperlakukan seperti anak kecil. Di sekolah ia sering berselisih dengan teman-temannya dan kurang dapat bergaul dengan masyarakat sekitarnya.
Terhadap guru dan orang-oarang dewasa lainnya ia pemalu, sehingga hubungannya sangat canggung. Keadaan sosial ekonomi orang tuanya tidak mendukung fasilitas sekolahnya. Bahkan ia kerap kali terlambat membayar SPP. Kesehatannya sering terganggu dengan keluhan pusing kepala dan sukar  tidur. Dia mengakui tidak punya gairah belajar bahasa indonesia. Tetapi kenyataannya prestasi hasil  belajar  bahasa indonesia tidak baik. Sarana dan fasilitas di sekolah, khususnya buku-buku pelajaran bahasa indonesia tidak memadai, kurang dapat memberi motivasi untuk mempelajarinya. Bagaimana kita dapat menolong sisiwa tersebut?

·         Kesulitan yang dihadapi
a.       Prestasi hasil belajar dalam bidang studi Bahasa Indonesia sangat kurang
b.      Sulitnya memahami materi pelajaran bahasa Indonesia
c.       Interaksi lingkungan
d.      Kedaan fisik

·         Faktor penyebab kesulitan
1.      Kurangnya kemampuan
2.      Dimanjakan oleh neneknya dan kakak-kakaknya
3.      Pemalu terhadap guru dan orang-orang dewasa
4.      Faktor ekonomi
5.      Kesehatannya sering terganggu
6.      Menganggap enteng Bahasa Indonesia
7.      Kurangnya Motivasion
·         Perkiraan penetapan bantuan
a.       Tingkat kesulitan relative rendah
b.      Memenuhi fasilitas dan sarana
c.       Membutuhkan guru pembimbing
·         Pelaksanaan tindak lanjut
Guru memberikan waktu tambahan untuk belajar bahasa Indonesia di luar kelas, di rumah siswa ataupun di rumah guru. Membantu siswa menyelesaikan soal yang tidak dapat diselesaikan siswa. Mengingatkan kepada keluarga siswa untuk tidak terlalu memanjakan siswa, karena akan berdampak negatif pada siswa. Siswa bukanlah bersifat bodoh, tetapi siswa lebih cedrung dengan kemalasan. Sukar dan idak sukarnya siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia bukanlah akibat dari pemikirannya tetapi melainkan di luar dari pemikirannya. Siswa yang mengalami minat belajarnya kurang disebabkan ketidak perhatian orang tua terhadap anaknya. Sehingga dampaknya, menyebabkan seorang anak menyendiri atau bisa dikatakan Depresi apa yg dirasakannya baik di dalam lingkungan sekolah maupun didalam lingkungan keluarga.. Langkah apa yang harus dilakukan baik guru dan orang tua???? Untuk menghindari ketidak di inginkan dalam “ Negative” Seharusnya guru & ortua murid memotivasikan kepada anaknya untuk meningkatkan system perbaikan belajarnya dan juga masukkan” mengenai bahwa pentingnya Ilmu pendidikan dalam memperoleh keberhasilan.


Kasus 3
Akhmad duduk di kelas ii SD mengalami kesulitan dalam membaca, mengeja, emnghubungkan menjadi kalimat dan menangkap isi bacaan. Ia tampak kurang berminat mengikuti pelajaran membaca. Menurut hasil penelitian guru di kelas, menunjukkan bahwa ia kurang berminat dalam semua mata pelajaran. Tidak mau bertanya, tidak mengerjakan perkerjaan rumah, suka mengganggu temannya yang sedang belajar, omong-omong sendiri jika guru mengajar. Data keadaan di rumah:
Ia tinggal bersama ibu tirinya. Ayahnya bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta yang waktu berad adi rumah relatif pendek. Pada  waktu ia berumur 2 tahun ayahnya bercerai dengan ibunya. Kemudian ayahnya kawin lagi dengan seorang janda yang membawa anak pula. Ia tidak senaang kepada ibu tirinya, karena perlakuan ibu tirinya dianggap kurang adil antara dia dan adik tirinya. Ayahnya sering bertengkar dengan ibu tirinya, disebabkan oleh masalah dia. Sarana dan fasilitas di sekolahnya, termasuk buku-buku pelajaran untuk membaca sangat kurang,. Bagaimana dapat membantu akhmad memecahkan kesulitannya?
·         Kesulitan yang dihadapi
Kesulitan dalam membaca, mengeja, menghubungkan menjadi kalimat dan menangkap isi bacaan.
·         Faktor  penyebab kesulitan
1.      Kurangnya  minat belajar
2.      Ayah dan ibu kandungnya bercerai
3.      Tidak senang kepada ibu tirinya
4.      Kurangnya sarana belajar di rumah
5.      Sarana dan fasilitas buku di sekolahnya sangat kurang
6.      Pentingnya dorongan dan Motivasi Orang Tua
·         Perkiraan penetapan bantuan
a.       Tingkat kesulitan reative ringan
b.      Memberikan perhatian yang lebih
c.       Melengkapi fasilitas dan sarana
d.      Metode tutoring dan Motoring
e.       Perhatian : adil ( sebanding)
·         Pelaksanaan tindak lanjut
di sekolah : Seorang guru harus bisa memberikan perhatiaannya yang lebih kepada peserta didik yg mengalami problema yg menggangu pembelajarannya di kelas maupun di luar kelas. Karna system minat belajar peserta tidaklah sama dalam memperoleh pelajaran.. tindakan guru haruslah memberikan penambahan waktu mengajar kepada siswa yg mengalami kekurangan jam belajar dan mungkin lebih efektifnya 1 tutor 1 motoring untuk meningkatkan pemahaman membaca dan mengeja bacaan.
Di rumah : seorang ayah dan ibu, haruslah memenuhi fasilitas sarana apa yang di butuhkan seorang anak  dengan memberiakan kelengkapan buku pembelajaran, meja belajar, ruangan kusus belajar, dan juga membantu membelajari anaknya untuk enunjang kepercayaan diri anak untuk memperoleh hasil yg lebih memuaskan dengan di bantunya kerja sama baik disekolah maupun di rumah.
Kasus 4
Rini siswa SMA kelas 1 mempunyai nilai hasil belajar sebagai berikut :
Matematika (4) IPA (5) bahasa inggris (6) bahasa indonesia (7) PMP (8) IPS (7) kesenian ( 7) olahraga(7) ketrampilan (8) pendidikan agama(8). IQ siswa tersebut 103-111.
Sebenarnya ia ingin masuk ke jurusan IPA, karena ia bercita-cita menjadi dokter. Tetapi fakta menunjukkan bahwa dia tidak memenuhi syarat ke jurusan IPA. Ia terpaksa masuk jurusan IPS. Padahal dia tidak ada minat masuk jurusan IPS. Keadaan di rumah :
Ia tinggal pada keluarga kakak tirinya bersama dengan ibu tirinya. Ayahnya tinggal di kota lain sebagai pedagang. Ia tidak betah di rumah tersebut. Ia merasa selalu tertekan. Mau pindah dia takut kepada ayahnya dan kakak tirinya juga tidak memperbolehkan. Dia lebih senang mengurung diri di kamar daripada ikut rekreasi dengan keluarga di situ. Dia senang menyendiri. Di sekolah dia dinilai sebagai orang pendiam. Duduknya selalu memilih di deretan belakang. Dia merasa rendah diri, karena mukanya banyak jerawat. Bagaimana menolong kesulitan rini tersebut?

·         Kesulitan yang dihadapi
Terpaksa masuk jurusan IPS.
·         Faktor penyebab kesulitan
1.      Nilai eksaknya rendah
2.      Jarang bertemu ayah kandungnya
3.      Tinggal dengan ibu dan kakak tirinya
4.      Memilih duduk di deretan belakang
·         Perkiraan penetapan bantuan
Memberikan pengertian dan motivasi kepada siswa tentang kelebihan IPS sehingga siswa tertarik pada jurusan IPS. Memperlihatkan video orang yang sukses dalam bidang IPS.
·         Pelaksanaan tindak lanjut
Guru menasehati siswa untuk menghormati ibu dan kakak tirinya, karena bagaimanapun mereka sudah menjadi keluarga siswa tersebut. Guru juga memberikan motivasi dan penjelasan, serta kelebihan dari jurusan IPS. Menunjukkan video orang yang sukses dalam bidang IPS dengan alat video, cukup dilaksanakan di ruangan guru.

Kasus 5
Si X siswa kelas III SMA jurusan IPS. Ia anak nomor 4 dari 6 bersaudara. Tiga orang kakaknya sudah di perguruan tinggi. Adiknya yang nomor 5 duduk di kelas III SMA jurusan IPA. Yang bungsu duduk di SMP kleas III. Ayahnya pegawai negeri golongan III yang status sosial ekonominua sebenarnya cukup. Tetapi karena harus membiayai anak-anaknya yang sudah cukup besar, maka tampaknya keadaan  ekonominya agak  sulit juga. Di rumah dia tidak punya kamar belajar khusus. Ia belajar di meja makan atau tempat di tempat tidur. Ia banyak membantu pekerjaan ibunya di rumah karena tidak punya pembantu rumah tangga. Ia sering datang terlambat samapi di sekolah, ia sebenarnya tidak senang di jurusan IPS. Prestasi belajarnya kurang, pernah bentrok denga gurunya. Dari hasil pengukuran psikologis, tingkat kecerdasannya tergolong normal. Secara potensial punya tendensi berprestasi lumayan. Tetapi tampaknya kurang motivasi belajar. Ia tidak dapat memanfaatkan waktu secara efektif. Bagaimana kasus kesulitan siswa tersebut dapat dibantu pemecahannya?
-          Kesulitan yang dihadapi
Kurang motivasi belajar dan tidak dapat memanfaatkan waktu secara efektif.
-          Faktor penyebab kesulitan
1.      Tidak memiliki ruang belajar khusus
2.      Keadaan ekonomi agak sulit
3.      Banyak membantu pekerjaan ibunya
4.      Sering datang terlambat
5.      Tidak menyenangi jurusan IPS
6.      Sering tidak masuk sekolah
7.      Sering melanggar tata tertib sekolah
8.      Pernah bentrok dengan gurunya
-          Perkiraan penetapan bantuan
Memberikan motivasi, menasehati dan memanggil orang tua siswa dan membahas tindakan selanjutnya terhadap siswa tersebut.
-          Pelaksanaan
Guru mengingatkan siswa tersebut untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang negatif. Memanggil orang tua siswa dan meminta bantuan orang tuanya agar anaknya tidak terlalu sering menghabiskan waktunya untuk membantu orang tuanya, karena siswa tersebut perlu waktu untuk belajar juga.
























TUGAS INDIVIDU
PENYELESAIAN BEBERAPA KASUS SISWA DALAM BELAJAR
EVALUASI PENGAJARAN BAHASA
DOSEN :Dra. Erni ,M.Pd.


DISUSUN OLEH :
JULIANA .S
106210404





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
JURUSAN PENDIDKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  ISLAM RIAU
PEKANBARU
2012/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar