Kasus 1
Seorang
siswa kela 1 SMA di kota A. Berasal dari keluarga tani di desa. Ayah dan
kakaknya berpendidikan SD. Ibunya tuna aksara. Di kota A dia ikut pamannya,
yang kebetulan insinyur pertanian. Oleh pamannya dia diarahkan dan dianjurkan
untuk dapat masuk jurusan IPA, karena jurusan ini dapat melanjutkan studi lebih
luas daripada jurusan IPS. Situasi dan kondisi belajar siswa tersebut di rumah
pamannya sangat memadai. Sedang orangtuanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan
siswa tersebut kepada pamannya. Tetapi setelah anak tersebut dijuruskan ia
tidak memenuhi syarat ke jurusan IPA. Ia terpaksa masuk jurusan IPS. Untuk
kelengkapan, ia memperoleh data hasil belajar sebagai berikut :
Pendidikan
agama (7) pendidikan moral pancasila (8)
bahasa indonesia (7) bahasa inggris (7) matematika (5) IPA (5) IPS (7) ketrampilan (6)
olahraga (7) seni rupa (6) seni suara (6)
Pamannya
sangat kecewa akan hal itu. Dia marah-marah, bahkan memerintahkan untuk pindah
sekolah. Siswa itu sendiri juga tidak senang masuk IPS, karena terpengaruh oleh
anjuran dan pengaruh pamannya. Terjadilaah konflik dalam diri siswa tersebut.
Ia jadi pemurung, bahkan mengurung diri dalam kamar. Bagaimana menolong siswa
tersebut ?
·
Kesulitan
yang dihadapi
a. Jurusan ips
b. Metode pembelajaran
·
Faktor
penyebab kesulitan
a. Tidak
memenuhi syarat ke jurusan IPA dan Pamannnya sangat kecewa dan marah-marah,
bahkan memrintahkan untuk pindah sekolah.
b. Sulitnya penguasaan materi
·
Perkiraan
penetapan bantuan
a. Memberikan
motivasi dan penjelasan tentang jurusan IPS, memperlihatkan orang-orang yang
sukses dibidang IPS, sehingga siswa tersebut memperoleh kesan yang mendalam
terhadap jurusan IPS.
b. Mencoba untuk memindahkan jurusan ke ipa dalam uji
percobaan 3bulan
c. Bimbingan konsultasi
Alat
: video
·
Pelaksanaan tindak
lanjut
Guru
membawa siswa keruangannya dan mempertanyakan apa keluhannya tentang jurusan
yang tidak diminatinya yaitu IPS. Setelah itu guru menjelaskan beberapa
kelebihan jurusan IPS dan menceritakan orang-orang yang sukses dalam bidang IPS
dengan memperlihatkan video orang-orang sukses. Dan siswa tidaklah mengalami ketidak mampuan dalam belajar. Justru
sebaliknya, siswa tidaklah menguasai materi di bidang ips yg mungkin cendrung
bersifat penguasaan materi penglafalan. Mengapa ? karna pada dasarnya siswa
bisa jadi lebih menguasai dasar – dasar dari jurusan ipa di bandingkan ips.
Alangkah baiknya, guru sebelum siswa di masukkan ke jurusan ips. Guru baiknya
menguju emisi kemampuan IQ seorang anak dibidang mana yg dikuasainya ipa kah
atau ips.. pengujian biasanya di beri kan dalam jangka waktu 2bulan. Untuk
mengetahui kemampuan siswa tidak di dasari dengan keterpaksaan melainkan
didasari dengan minat dan tingkat kemampuannya.. barulah guru bisa menelaah
siswa tersebut pantesnya di jurusan ipa atau ips.
Kasus 2
Seorang
siswa salah satu SMA, prestasi hasil belajar dalam bidang studi bahasa
indonesia sangat kurang. Ia duduk di kelas IPA. Orang tuanya bercita-cita agak
dia kelak menjadi seorang insinyur Tehnik. Tetapi tampaknya siswa tersebut
kurang mempunyai kemampuan. Ia sangat dimanjakan olekneneknya, begitu juga
kakak- kakaknya, karena ia anak bungsu. Ia selalu diperlakukan seperti anak
kecil. Di sekolah ia sering berselisih dengan teman-temannya dan kurang dapat
bergaul dengan masyarakat sekitarnya.
Terhadap
guru dan orang-oarang dewasa lainnya ia pemalu, sehingga hubungannya sangat
canggung. Keadaan sosial ekonomi orang tuanya tidak mendukung fasilitas
sekolahnya. Bahkan ia kerap kali terlambat membayar SPP. Kesehatannya sering
terganggu dengan keluhan pusing kepala dan sukar tidur. Dia mengakui tidak punya gairah
belajar bahasa indonesia. Tetapi kenyataannya prestasi hasil belajar
bahasa indonesia tidak baik. Sarana dan fasilitas di sekolah, khususnya
buku-buku pelajaran bahasa indonesia tidak memadai, kurang dapat memberi
motivasi untuk mempelajarinya. Bagaimana kita dapat menolong sisiwa tersebut?
·
Kesulitan
yang dihadapi
a.
Prestasi hasil belajar
dalam bidang studi Bahasa Indonesia sangat kurang
b.
Sulitnya
memahami materi pelajaran bahasa Indonesia
c.
Interaksi
lingkungan
d.
Kedaan fisik
·
Faktor
penyebab kesulitan
1. Kurangnya
kemampuan
2. Dimanjakan
oleh neneknya dan kakak-kakaknya
3. Pemalu
terhadap guru dan orang-orang dewasa
4. Faktor ekonomi
5. Kesehatannya
sering terganggu
6. Menganggap
enteng Bahasa Indonesia
7. Kurangnya Motivasion
·
Perkiraan
penetapan bantuan
a. Tingkat kesulitan relative rendah
b. Memenuhi fasilitas dan sarana
c. Membutuhkan guru pembimbing
·
Pelaksanaan
tindak
lanjut
Guru
memberikan waktu tambahan untuk belajar bahasa Indonesia di luar kelas, di
rumah siswa ataupun di rumah guru. Membantu siswa menyelesaikan soal yang tidak
dapat diselesaikan siswa. Mengingatkan kepada keluarga siswa untuk tidak
terlalu memanjakan siswa, karena akan berdampak negatif pada siswa. Siswa
bukanlah bersifat bodoh, tetapi siswa lebih cedrung dengan kemalasan. Sukar dan
idak sukarnya siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia bukanlah akibat dari
pemikirannya tetapi melainkan di luar dari pemikirannya. Siswa yang mengalami
minat belajarnya kurang disebabkan ketidak perhatian orang tua terhadap
anaknya. Sehingga dampaknya, menyebabkan seorang anak menyendiri atau bisa
dikatakan Depresi apa yg dirasakannya baik di dalam lingkungan sekolah maupun
didalam lingkungan keluarga.. Langkah
apa yang harus dilakukan baik guru dan orang tua???? Untuk menghindari
ketidak di inginkan dalam “ Negative” Seharusnya guru & ortua murid
memotivasikan kepada anaknya untuk meningkatkan system perbaikan belajarnya dan
juga masukkan” mengenai bahwa pentingnya Ilmu
pendidikan dalam memperoleh keberhasilan.
Kasus 3
Akhmad
duduk di kelas ii SD mengalami kesulitan dalam membaca, mengeja, emnghubungkan
menjadi kalimat dan menangkap isi bacaan. Ia tampak kurang berminat mengikuti
pelajaran membaca. Menurut hasil penelitian guru di kelas, menunjukkan bahwa ia
kurang berminat dalam semua mata pelajaran. Tidak mau bertanya, tidak
mengerjakan perkerjaan rumah, suka mengganggu temannya yang sedang belajar,
omong-omong sendiri jika guru mengajar. Data keadaan di rumah:
Ia
tinggal bersama ibu tirinya. Ayahnya bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta
yang waktu berad adi rumah relatif pendek. Pada
waktu ia berumur 2 tahun ayahnya bercerai dengan ibunya. Kemudian ayahnya
kawin lagi dengan seorang janda yang membawa anak pula. Ia tidak senaang kepada
ibu tirinya, karena perlakuan ibu tirinya dianggap kurang adil antara dia dan
adik tirinya. Ayahnya sering bertengkar dengan ibu tirinya, disebabkan oleh
masalah dia. Sarana dan fasilitas di sekolahnya, termasuk buku-buku pelajaran
untuk membaca sangat kurang,. Bagaimana dapat membantu akhmad memecahkan
kesulitannya?
·
Kesulitan
yang dihadapi
Kesulitan
dalam membaca, mengeja, menghubungkan menjadi kalimat dan menangkap isi bacaan.
·
Faktor penyebab kesulitan
1. Kurangnya minat belajar
2. Ayah
dan ibu kandungnya bercerai
3. Tidak
senang kepada ibu tirinya
4. Kurangnya sarana belajar di rumah
5. Sarana
dan fasilitas buku di sekolahnya sangat kurang
6. Pentingnya dorongan dan Motivasi Orang Tua
·
Perkiraan
penetapan bantuan
a. Tingkat kesulitan reative ringan
b. Memberikan perhatian yang lebih
c. Melengkapi fasilitas dan sarana
d. Metode tutoring dan Motoring
e. Perhatian : adil ( sebanding)
·
Pelaksanaan tindak
lanjut
di sekolah
: Seorang guru harus bisa memberikan perhatiaannya yang
lebih kepada peserta didik yg mengalami problema yg menggangu pembelajarannya
di kelas maupun di luar kelas. Karna system minat belajar peserta tidaklah sama
dalam memperoleh pelajaran.. tindakan guru haruslah memberikan penambahan waktu
mengajar kepada siswa yg mengalami kekurangan jam belajar dan mungkin lebih
efektifnya 1 tutor 1 motoring untuk meningkatkan pemahaman membaca dan mengeja
bacaan.
Di rumah : seorang ayah dan ibu, haruslah memenuhi fasilitas
sarana apa yang di butuhkan seorang anak
dengan memberiakan kelengkapan buku pembelajaran, meja belajar, ruangan
kusus belajar, dan juga membantu membelajari anaknya untuk enunjang kepercayaan
diri anak untuk memperoleh hasil yg lebih memuaskan dengan di bantunya kerja
sama baik disekolah maupun di rumah.
Kasus 4
Rini
siswa SMA kelas 1 mempunyai nilai hasil belajar sebagai berikut :
Matematika
(4) IPA (5) bahasa inggris (6) bahasa indonesia (7) PMP (8) IPS (7) kesenian (
7) olahraga(7) ketrampilan (8) pendidikan agama(8). IQ siswa tersebut 103-111.
Sebenarnya
ia ingin masuk ke jurusan IPA, karena ia bercita-cita menjadi dokter. Tetapi
fakta menunjukkan bahwa dia tidak memenuhi syarat ke jurusan IPA. Ia terpaksa
masuk jurusan IPS. Padahal dia tidak ada minat masuk jurusan IPS. Keadaan di
rumah :
Ia
tinggal pada keluarga kakak tirinya bersama dengan ibu tirinya. Ayahnya tinggal
di kota lain sebagai pedagang. Ia tidak betah di rumah tersebut. Ia merasa
selalu tertekan. Mau pindah dia takut kepada ayahnya dan kakak tirinya juga tidak
memperbolehkan. Dia lebih senang mengurung diri di kamar daripada ikut rekreasi
dengan keluarga di situ. Dia senang menyendiri. Di sekolah dia dinilai sebagai
orang pendiam. Duduknya selalu memilih di deretan belakang. Dia merasa rendah
diri, karena mukanya banyak jerawat. Bagaimana menolong kesulitan rini
tersebut?
·
Kesulitan
yang dihadapi
Terpaksa
masuk jurusan IPS.
·
Faktor
penyebab kesulitan
1. Nilai
eksaknya rendah
2. Jarang
bertemu ayah kandungnya
3. Tinggal
dengan ibu dan kakak tirinya
4. Memilih
duduk di deretan belakang
·
Perkiraan
penetapan bantuan
Memberikan
pengertian dan motivasi kepada siswa tentang kelebihan IPS sehingga siswa
tertarik pada jurusan IPS. Memperlihatkan video orang yang sukses dalam bidang
IPS.
·
Pelaksanaan tindak
lanjut
Guru
menasehati siswa untuk menghormati ibu dan kakak tirinya, karena bagaimanapun
mereka sudah menjadi keluarga siswa tersebut. Guru juga memberikan motivasi dan
penjelasan, serta kelebihan dari jurusan IPS. Menunjukkan video orang yang
sukses dalam bidang IPS dengan alat video, cukup dilaksanakan di ruangan guru.
Kasus 5
Si
X siswa kelas III SMA jurusan IPS. Ia anak nomor 4 dari 6 bersaudara. Tiga
orang kakaknya sudah di perguruan tinggi. Adiknya yang nomor 5 duduk di kelas
III SMA jurusan IPA. Yang bungsu duduk di SMP kleas III. Ayahnya pegawai negeri
golongan III yang status sosial ekonominua sebenarnya cukup. Tetapi karena
harus membiayai anak-anaknya yang sudah cukup besar, maka tampaknya
keadaan ekonominya agak sulit juga. Di rumah dia tidak punya kamar
belajar khusus. Ia belajar di meja makan atau tempat di tempat tidur. Ia banyak
membantu pekerjaan ibunya di rumah karena tidak punya pembantu rumah tangga. Ia
sering datang terlambat samapi di sekolah, ia sebenarnya tidak senang di
jurusan IPS. Prestasi belajarnya kurang, pernah bentrok denga gurunya. Dari
hasil pengukuran psikologis, tingkat kecerdasannya tergolong normal. Secara
potensial punya tendensi berprestasi lumayan. Tetapi tampaknya kurang motivasi
belajar. Ia tidak dapat memanfaatkan waktu secara efektif. Bagaimana kasus
kesulitan siswa tersebut dapat dibantu pemecahannya?
-
Kesulitan yang dihadapi
Kurang
motivasi belajar dan tidak dapat memanfaatkan waktu secara efektif.
-
Faktor penyebab
kesulitan
1. Tidak
memiliki ruang belajar khusus
2. Keadaan
ekonomi agak sulit
3. Banyak
membantu pekerjaan ibunya
4. Sering
datang terlambat
5. Tidak
menyenangi jurusan IPS
6. Sering
tidak masuk sekolah
7. Sering
melanggar tata tertib sekolah
8. Pernah
bentrok dengan gurunya
-
Perkiraan penetapan
bantuan
Memberikan
motivasi, menasehati dan memanggil orang tua siswa dan membahas tindakan
selanjutnya terhadap siswa tersebut.
-
Pelaksanaan
Guru
mengingatkan siswa tersebut untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang
negatif. Memanggil orang tua siswa dan meminta bantuan orang tuanya agar
anaknya tidak terlalu sering menghabiskan waktunya untuk membantu orang tuanya,
karena siswa tersebut perlu waktu untuk belajar juga.

TUGAS INDIVIDU
PENYELESAIAN BEBERAPA KASUS SISWA DALAM BELAJAR
EVALUASI PENGAJARAN BAHASA
DOSEN :Dra. Erni ,M.Pd.
DISUSUN OLEH :
JULIANA .S
106210404
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
JURUSAN PENDIDKAN
BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2012/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar