A.
IMBUHAN
BAHASA INDONESIA
1.
Awalan
( Prefiks )
1.1
Awalan
MeN-
1.1.1
Awalan
MeN- berbentuk Me- jika bertemu dengan
kata yang huurf awalnya berkonsonan /l/, /r/, /w/, /n/, /ng/, /ny/, /w/, dan
dan /y/.
1.1.2
Awalan
MeN- menjadi Mem- jika dirangkaikan dengan kata yang huruf awalnya berkonsonan
/b/,/p/,/f/, dan /v/.
1.1.3
Awalan
MeN- menjadi Meng- jika dirangkaikan dengan kata yang huruf awalnya /k/, /g/,
/kh/, dan huruf vokal.
1.1.4
Awalan
MeN- menjadi Men- jika dirangkaikan
dengan kata asal yang awalnya huruf konsonan /d/, /c/, /j/ dan /t/.
1.1.5
Awalan
MeN- menjadi Meny- jika dirangkaikan dengan kataa yang huruf awalnya
berkonsonan /s/.
1.1.6
MeN-
menjadi Menge- jika dirangkaikan dengan kata dasar bersuku kata tunggal
1.2 Awalan Ber-
1.2.1
Awalan
ber- menjadi e- jika dirangkaikan dengan kataa yang huruf awalnya berkonsonan /r/
atau dirangkaikan dengan kata asal yang suku kata pertamanya berakhir dengan
konsonan /r/.
1.2.2
Awalan
ber- menjadi bel- jika dirangkaikan dengan kata ajar.
1.2.3
Awalan
ber- tetap menjadi ber- jika tidak berkaitan dengan bel-, dan be-.
1.3 Awalan Ter- , awalan ter- memiliki arti:
1.3.1
Dapat
1.3.2
Tidak
sengaja
1.3.3
Paling
1.4 Awalan Di-
1.4.1
Awalan
di- bermakna perbuatan yang pasif. Awalan di- merupakan kebalikan dari makna
awalan me- yang bermakna aktif.
1.5 Awalan Ke-, awalan ke- memiliki arti:
1.5.1
menyatakan
kumpulan
1.5.2
menyatakan
urutan
1.5.3
menyatakan
“yang di-“
2.
Sisipan
( Infiks )
2.1
Sisipan
adalah imbuhan yang dibubuhkan di tengah kata. Sisipan dalam bahasa Indonesia
adalah –el-, -em-, dan –er-.
3.
Akhiran
( Sufik)
3.1
Akhiran
adalah imbuhan yang dibubuhkan di akhir kata. Yang termasuk akhiran dalam
bahasa Indonesia adalah –kan, -i, dan –an.
4.
Gabungan
Awalan – Akhiran ( Konfiks )
4.1
Konfiks
adalah imbuhan berupa gabungan awalan dan akhiran, di antaranya adalah me-kan,
ber-an, dan se-nya.
B.
PENULISAN
KATA
1. Kata Depan di, ke, dan dari
1.1
Kata
depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di
dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai suku kata seperti kepada
dan daripada.
2. Kata Ganti ku, kau, mu dan nya
2.1
Kata
ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, ku, mu, dan
nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
3. Kata si dan sang
3.1
Kata
si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
C.
JENIS
KATA DALAM BAHASA INDONESIA
1.
Kata
Kerja ( verba )
Kata kerja
adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan. Jenis-jenis
kata kerja:
1.1
berdasarkan
bentuknya
1.2
kata
kerja bentuk turunan
1.3
kata
kerja bentuk pemajemukan
1.4
kata
kerja bentuk pengimbuhan
2.
Kata
Benda ( nomina )
Kata benda
adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda dan konsep atau
pengertian. Jenis-jenis kata benda:
2.1 kata benda
konkret dan abstrak
2.2
kata
benda bentuk dasar dan kata benda turunan
3.
Kata
Ganti ( pronomina )atau kata yang dibendakan.
Kata ganti
adalah kata yang menggantikan kata benda atau kata yang dibendakan. Kata ganti
dibedakan atas berikut ini:
3.1
kata ganti orang
3.2
kata
ganti petunjuk
3.3
kata
ganti tanya
4.
Kata
Bilangan ( numerelia )
Kata bilangan
adalah kata yang dipakai untuk
menghitung banyknya wujud ( orang, binatang, benda ) dan konsep. Kata
bilangan dapat dibedakan atas :
4.1
Kata
bilangan pokok
4.2
Kata
bilangan tingkat
4.3
Kata
bilangan pecahan
5.
Kata
Sifat ( adjektifa )
Kata sifat
adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang,
binatang, atau benda. Jenis-jenis kata sifat :
5.1
kata
sifat bentuk dasar
5.2
kata
sifat bentuk turunan
6.
Kata
Keterangan ( adverbia )
Kata keterangan
adalah kata yang memberi keterangan pada kata lainnya. Kata keterangan dapat
dibedakaan sebagai berikut:
6.1
Berdasarkan bentuknya
-
Kata
keterangan bentuk dasar
-
Kata
keterangan bentuk turunan
6.2
Berdasarkan
letaknya
-
Mendahului
kata yang diterangkan
-
Mengikuti
kata yang diterangkan
-
Dapat
mengikuti atau mendahului kata yang diterangkan
7.
Kata
Sandang ( artikel )
Kata sandang
adalah kata yang fungsinya sebagai penentu bagi kata benda. Kata sandang
terbagi dalam beberapa jenis berikut :
7.1
Mengacu
pada makna tunggal
7.2
Mengacu
pada makna kelompok
7.3
Bermakna
netral
8.
Kata
Depan ( proposisi )
Kata depan
adalah kata yang bertugas membentuk frase preposional. Fungsinya adalah :
-
Menandai
peruntukan
-
Menandai
hubungan asal, arah atau milik
-
Menandai
hubungan cara
-
Menandai
hubungan tempat berada
-
Menandai
hubungan sebab
-
Menandai
arah suatu tempat
-
Menandai
hubungan pelaku
-
Menandai
hubungan tempat atau waktu
-
Menandai
hubungan peristiwa
9.
Kata
Penghubung ( konjungsi )
Kata penghubung
adalah kata yang fungsinya menghubungkan bagian-bagian dalam kalimat. Fungsi
kata penghubung :
-
Menandai
hubungan penambahan
-
Menandai
hubungan pemilihan
-
Menandai
hubungan perlawanan
-
Menandai
hubungan waktu
-
Menandai
hubungan syarat
-
Menandai
hubungan pengandaian
-
Menandai
hubungan tujuan
-
Menandai
hubungan pemiripan
-
Menandai
hubungan sebab
-
Menandai
hubungan akibat
-
Menandai
hubungan cara
10.
Kata
Seru ( injeksi )
Kata seru
adalah kata yang mengungkapkan cetusan perasaan atau luapan emosi. Kata seru
ini digunakan untuk memperkuat raa kagum, sedih, heran, jengkel. Kata seru
mengacu pada nada atau sikap berikut :
-
Bernada
negatif, yakni cih, cis, bah, idih, brengsek, sialan.
-
Bernada
positif,yakni aduhai,amboi,asyik,alhamdulillah,subhanallah, hore.
-
Bernada
keheranan, yakni ai, lho, astagfirullah, masyaallah.
-
Bernada
netral, yakni hai, halo, wahai, nah, ah, eh, oh, ya.
RUMUS DALAM BAHASA INDONESIA
DOSEN : Roziah S.Pd, M.A

DI SUSUN OLEH
ARNITA
JULIANA. S
RENI SRIMAYANA
RAHMATUL IKBAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BAHASA
INDONESIA
UNIVERSITAS
ISLAM RIAU
2012/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar