BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang dan Masalah
1.1.1
Latar Belakang
Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat
penting kalau ia ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping
dia harus menguasai sumbstansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar
mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia
dalam proses belajar mengajar.
Sari dari keterampilan dasar mengajar ini diambil dari
berbagai sumber dimana bahan ini digunakan untuk para mahasiswa yang melakukan
praktek mengajar di sekolah sebelum dia bekerja sepenuhnya sebagai seorang
guru. Pada kenyataannya dewasa ini banyak para guru yang mengajar dengan pola
tradisional dan mengabaikan keterampilan-keterampilan yang sangat mendasar ini
Kami
membahas makalah yang berjudul konsep dasar mengajar ini karena masih banyak
dikalangan masyarakat atau orang tua murid yang belum yakin akan kualitas
guru-guru atau profesi guru. Dimana profsi guru pada saat ini masih banyak
dibicarakan orang, atau masih dipertanyakan orang, baik dikalangan para pakar
pendidikan maupun diluar pakar pendidikan.
Dalam memberikan pengertian tentang
keterampilan mengajar guru, maka dalam hal ini penulis akan mengemukakan
beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli keterampilan adalah
kecakapan untuk menyelesaikan tugas.
Menurut
Alvin W Howard, mengajar adalah suatu aktivitas untuk memberi, menolong,
membimbing seseorang untuk mendapatkan,mengubah atau mengembangkan ide
(cita-cita). Menurut Warni Rasyidin mengemukakan bahwa mengajar adalah
keterlibatan guru dan siswa dalam interaksi proses belajar mengajar.
Guru
sebagai koordinator menyusun,mengorganisasi dan mengatur situasi
belajar.Menurut AG Soejono mengajar adalah usaha guru memimpin muridnya
keperubahan situasi dalam arti kemajuan dalam proses perkembangan intelek pada
khususnya dan proses perkembangan jiwa, sikap, pribadi serta keterampilan pada
umumnya.
Berdasarkan
dengan pengertian di atas maka dapat dipahami bahwa mengajar adalah usaha yang
dilaksanakan oleh guru melalui bahan pengajaran yang diarahkan kepada siswa
agar dapat membawa perubahan baik kognitif, afektif maupun
psikomotorik.Keterampilan mengajar guru adalah kecakapan atau kemampuan guru
dalam menyajikan materi pelajaran. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai
persiapan mengajar antara lain, guru harus menguasai bahan pengajaran mampu
memilih metode yang tepat dan penguasaan kelas yang baik.
1.1.2
Masalah dan Pembatasan
Masalah
1.1.2.1 Masalah
1. Apa
saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajar?
2. Apa
saja konsep dasar guru dalam mengajar?
3. Apa
saja keterampilan yang diperlukan guru dalam mengajar?
4. Variasi
apa sajakah yang dapat digunakan sebagai metode dalam mengajar?
1.1.2.2 Pembatasan
Masalah
Bedasarkan banyaknya masalah yang timbul dari konsep
dasar mengajar, kami membatasi masalah yang akan dibahas yaitu : apa saja
konsep guru dalam mengajar.
1.2
Tujuan penelitian
1. Untuk
mengetahui hal- hal yang perlu di perhatikan dalam mengajar
2. Untuk
mengetahui konsep dasar guru dalam mengajar
3. Untuk
mengetahui apasaja keterampilan yang di perlukan guru dalam mengajar
4. Untuk
mengetahui apasaja yang dapat di gunakan sebagai metode dalam mengajar
1.3
Ruang lingkup
Profesi
guru merupakan profesi yang luar biasa. Guru merupakan pendidik dan pengajar di
lembaga pendidikan, baik pendidikan formal, pendidikan dasar, maupun pendidikan
menengah. Guru merupakan sosok yang bisa mengajarkan pendidikan kepada
muridnya. Salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas adalah
faktor guru. Jika guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik hasil
pembelajaran akan baik pula. Ada beberapa keterampilan dasar yang harus
dimiliki oleh seseorang.
Dalam Strategi Belajar Mengajar, ada
beberapa langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut;
·
menentukan tujuan dalam arti merumuskan tujuan dengan jelas
sehingga dapat diketahui apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa, dalam
kondisi yang bagaimana serta seberapa tingkat keberhasilan yang diharapkan.
Strategi yang dipilih guru untuk aspek ini didasarkan pada perhitungan bahwa
strategi tersebut akan dapat membentuk sebagaimana besar siswa untuk mencapai
hasil yang optimal.
·
Namun guru tidak boleh berhenti sampai disitu, dengan
kemajuan teknologi, guru dapat mengatasi perbedaan kemampuan siswa melalui
berbagai jenis media instruksional. Misalnya, sekelompok siswa belajar melalui
modul atau kaset audio, sementara guru membimbing kelompok lain yang dianggap
masih lemah.
BAB I1 PEMBAHASAN
1. Keterampilan Bertanya.
Keterampilan
bertanya adalah merupakan keterampilan yang tidak dapat dipisahkan dalam
kegiatan belajar mengajar, karena metode apapun, tujuan pengajaran apapun yang
ingin dicapai dan bagaimana keadaan siswa yang dihadapi,maka bertanya kepada
siswa merupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan. Karena pertanyaan yang
diajukan kepada siswa agar berpengaruh tidaklah mudah. Memberi pertanyaan perlu
adanya latihan dari guru-guru. Sehingga diharapkan guru dapat menguasai dan
melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat, sebab memberi
pertanyaan secara efektif dan efisien akan dapat menimbulkan perubahan tingkah
laku baik pada guru maupun dari siswa. Dari guru yang sebelumnya selalu aktif
memberi informasi akan berubah menjadi banyak mengundang interaksi siswa,
sedangkan dari siswa yang sebelumnya secara pasif mendegarkan keterangan guru
akan berubah menjadi banyak berpartisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan mengemukakan
pendapat. Hal ini akan menimbulkan adanya cara belajar siswa aktif yang
berkadar tinggi. Untuk lebih memudahkan guru dalam menggunakan keterampilan
bertanya hendaknya seorang guru mengetahui kegunaan dari penggunaan
keterampilan bertanya.
Adapun kegunaan dari penggunaan
keterampilan bertanya adalah:
- Akan dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap pokok bahasa yang akan dibahas.
- Dapat memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan.
- Dapat mengembangkan keaktifan dan berfikir siswa.
- Dapat mendorong siswa untuk dapat menggunakan pandangan-pandangan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
- Sebagai umpan balik bagi guru untukmengetahui sejauhmana prestasi belajar siswa selama proses belajar mengajar.
- Dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisir dan memberi informasi yang pernah didapat sebelumnya.
2. Keterampilan Memberi Penguatan
Yang dimaksud
dengan keterampilan memberi penguatan adalah respon positif dari guru kepada
anak didik yang telah melakukan suatu perbuatan baik. Pemberian penguatan ini
dilakukan oleh guru dengan tujuan agar anak lebih giat berpartisiasi dalam
interaksi belajar mengajar dan siswa agar mengulangi lagi perbuatan yang baik
walaupun pemberian penguatan sangat mudah pelaksanaannya. Namun kadang-kadang banyak diantara guru
yang tidak melakukan pemberian penguatan kepada muridnya yang melakukan perbuatan
baik.
Pemberian
penguatan dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa tujuan dan manfaat
apabila dapat dilakukan dengan tepat antara lain:
- Dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
- Dapat mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif.
- Dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa itu sendiri.
- Dapat meningkatkan cara belajar siswa aktif.
- Dapat mendorong siswa untukeningkatkan belajarnya secara mandiri.
Walaupun
pemberian penguatan sifatnya sederhana dalam pelaksanaannya, namun dapat pula
pemberian penguatan yang diberikan kepada siswa justru membuat siswa enggan
belajar karena penguatan yang diberikan tidak sesuai dengan tindakan yang
dilakukan siswa tersebut, pemberian penguatan yang berlebihan akan berakibat
fatal. Untuk itu ada beberapa hal yang
harus diperhatikan guru dalam pemberian penguatan antara lain:
a. Hangat dan Antusias
Guru dalam
memberikan penguatan kepada siswa hendaknya menunjukkan sifat yang baik,
menarik dan juga sungguh-sungguh sehingga siswa merasa senang dengan sikap guru
diwaktu memberi penguatan. Dalam pemberian penguatan diharapkan guru
menunjukkan ekspresi wajah yang menarik, sinar mata yang sejuk, suara yang
jelas dan enak didengar.
b. Bermakna
Pemberian
penguatan hendaknya disesuaikan dengan tingkat pencapaian keberhasilan siswa
dan mempunyai arti bagi siswa yang melakukan perbuatan itu sehingga penguatan
dapat diterima siswa dengan senang hati.
c. Hindari Penggunaan Penguatan Negatif
Walaupun
pemberian kritik atau hukuman adalah efektif untuk dapat mengubah
motivasi,penampilan dan tingkah laku siswa, namun pemberian itu memiliki akibat
yang sangat kompleks, dan secara psikologis agak kontraversial,karena itu
sebaiknya dihindari banyak akibat yang muncul yang tidak dikehendaki misalnya
siswa menjadi frustasi,pemberani, hukuman dianggap sebagai kebanggaan,dan
peristiwa akan terulang kembali.
d. Penggunaan Bervariasi
Pemberian
penguatan seharusnya diberikan secara bervariasi baik komponennya maupun
caranya dan diberikan secara hangat dan antusias. Penggunaan cara dan jenis
komponen yang sama misalnya guru selalu menggunakan kata-kata “bagus” akan
mengurangi efektivitas pemberian penguatan. Pemberian penguatan juga akan
bermanfaat bila arah pemberiannya bervariasi, mula-mula keseluruhan anggota
kelas,kemudian kelompok kecil, akhirnya keindividu, atau sebaliknya tidak
berurutan.
3. Keterampilan Memberi
Variasi
Variasi
adalah suatu kegiatan Guru dalam konteks interaksi belajar mengajar yang
bertujuan untuk mengatasi kebosanan
siswa sehingga dalam proses belajar mengajar murid senantiasa menunjukkan
ketekunan, antusiasme, serta penuh
partisipasi.
Keterampilan
variasi yang tepat dalam proses belajar mengajar akan dapat memberi manfaat
bagi siswa antara lain:
- Dapat menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap materi yang diberikan kepadanya.
- Dapat memberi motivasi kepada siswa untuk memusatkan perhatiannya pada proses belajar mengajar.
- Dapat menghindari kebosanan siswa dalam belajar.
- Dapat mendorong anak untuk mengadakan diskusi dengan temannya.
Pemberian
Variasi dalam proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai perubahan
pengajaran dari yang satu dengan yang lain disinilah pentingnya seorang Guru
menguasai berbagai metode dalam mrngajar sebab dengan menggunakan berbagai
metode dalam mengajar akan membangkitkan gairah belajar siswa. Misalnya saja
seorang Guru diawal mata pelajaran menggunakan metode ceramah kemudian
diselingi dengan metode tanya jawab mau tak mau siswa akan mempunyai keseriusan
dalam memperhatikan pelajaran.
Ada tiga
aspek dalam keterampilan memberi variasi yang harus dikuasai guru dalam proses
belajar mengajar yaitu:
1. Variasi
dan Gaya Mengajar
Agar tidak
terjadi kebosanan anak dalam belajar maka guru dapat melakukan variasi dalam
gaya mengajar yang mana dalama memberi gaya mengajar ini guru dapat melakukan
dengan cara variasi suara, penekanan, kontak pandang, gerakan anggota badan dan
pindah posisi.
2. Variasi
Media dan Bahan Ajaran
Tiap anak
didik memiliki kemampuan indra yang tidak sama baik pendengaran maupun
penglihatannya demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih senang membaca, ada yang
lebih mendengarkan, ada yang suka mendengarkan dulu baru membaca dan
sebaliknya. Dengan variasi penggunaan media, kelemahan indra yang dimiliki tiap
anak didik dapat dikurangi. Untuk menarik perhatian anak didik misalnya, guru
dapat memulai berbicara lebih dulu, kemudian menulis dipapan tulis dilanjutkan
dengan melihat contoh kongkrit. Dengan varisi seperti itu dapat memberi
stimulus terhadap indra anak didik.
Ada tiga variasi penggunaan
media Menurut Syaiful Bahri Djamarah yaitu:
1. Variasi
Media Dengar
Media dengar
yang dapat dipakai adalah pembicaraan anak didik, rekaman bunyi dan suara,
rekaman musik, rekaman drama, wawancara yang semuanya itu dapat memiliki
relevansi dengan pelajaran.
2. Variasi
Media Taktil
Variasi media
taktil adalah penggunaan media yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk
menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajaran.
3. Variasi interaksi
Variasi dalam
pola interaksi antara guru dengan anak didik memiliki rentangan yang bergerak
dari dua kutub, yaitu:
·
Anak didik bekerja atau
belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru.
·
Anak didik mendengarkan
dengan pasif. Situasi didominasi oleh guru dimana guru berbicara kepada anak
didik.
Diantara dua
kutub itu banyak kemungkinan dapat terjadi. Misalnya, guru berbicara dengan
sekolompok kecil anak didik melalui pengajuan beberapa pertanyaan atau guru
berbincang dengan anak didik secara individual, atau guru menciptakan situasi
sedemikian rupa sehingga antar anak didik dapat saling tukar pendapat melalui
penampilan diri, demonstrasi, atau diskusi.
4. Keterampilan
Membuka Dan Menutup Pelajaran
Keterampilan
membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan siap mental dan menimbulkan
perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup
pelajaran adalah mengakhiri kegiatan inti pelajaran-pelajaran.
Tujuan pokok
dalam membuka pelajaran adalah untuk menyiapkan mental siswa agar siap memasuki
mata pelajaran yang dibahas. Contoh membuka pelajaran; Guru: Nah anak- anak !
pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari suatu pokok pelajaran baru
tentang “ Shalat” tetapi sebelum memulai pelajaran maka coba perhatikan gambar
ini? Ya. Kamu Una! Dan seterusnya. Sedangkan menutup pelajaran biasanya Guru
merangkum materi pelajaran atau membuat garis besar dari mata pelajaran yang
diajarkan sehingga siswa memperoleh gambaran yang jelas tentang isi pelajaran.
Biasa juga Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang isi materi pelajaran
atau memberi tugas rumah kepada siswa.
5.
Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan
kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi
edukatif dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses interaksi edukatif.
Yang termasuk kedalam hal ini adalah misalnya penghentian tingkah laku anak
didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepatan
waktu penyelesaian tugas anak didik, atau penetapan norma kelompok yang
produktif.
Suatu kondisi
belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur anak didik dan
sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk
mencapai tujuan pengajaran.Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru
dan siswa dan siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan
kelas.
6. Keterampilan
Membimbing Diskusi Kelompok Kecil.
Yang dimaksud
dengan diskusi kelompok kecil di sini adalah suatu proses yang teratur yang
melibatkan sekelompok individu dalam suatu interaksi tatap muka secara kooperatif
untuk tujuan membagi informasi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Keterampilan
membimbing diskusi memilih kelebihan dan keterbatasan antara lain :
a. Kelebihannya
- Kelompok memiliki sumber daya yang lebih banyak daripada individu. Pengetahuan dan pengalaman sekelompok orang yang jelas lebih banyak dari pengetahuan dan pengalaman seseorang.
- Anggota kelompok sering diberi masukan dan motivasi dari anggota lain, yang berusaha agar sumbangan pikiran bermanfaat untuk keberprestasian kelompok.
- Kelompok dapat mengprestasikan keputusan yang lebih baik
- Anggota kelompok memiliki ikatan yang kuat terhadap keputusan yang diambil dengan melalui keterklibatannya dalam diskusi.
- Partisipasi dalam diskusi akan meningkatkan saling pengertian antar individu dalam satu kelompok dan dalam kelompok yang lain.
- Keterbatasan
- Diskusi memakan waktu
- Pemborosan waktu
- Diskusi dapat menekan pendirian
7. Keterampilan
menjelaskan.
Keterampilan
menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara
sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya,
misalnya antara sebab dan akibat, definisi dan contoh atau dengan sesuatu yang
belum diketahui. Penyampaian
informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok
merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah
satu aspek yang amat penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa
didalam kelas.
Tujuan memberikan penjelasan
antara lain:
- Membimbing murid untuk mendapat dan memahami hukum, fakta, definisi dan prinsip secara objektif.
- Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
- Untuk mendapat balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalapahaman mereka.
·
Membimbing
murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-
bukti dalam pemecahan masalah.
8. Untuk mengetahui keberhasilan guru
dalam mengajar.
BAB III PEUTUP
3.1 Kesimpulan
Didalam mengajar ada
beberap konsep mengajar yang dapat kita terapkan diantaranya adalah:
1. Keterampilan Bertanya
2. Keterampilan Memberi Penguatan
3. Keterampilan Mengadakan variasi
4. Keterampilan Menjelaskan
5. Keterampilan Membuka dan Menutup
Pelajaran
6. Keterampilan Memimpin Diskusi
Kelompok Kecil
7. Keterampilan Mengelola Kelas
8. Keterampilan Mengajar Kelompok
Kecil dan Perorangan
Sebagai seorang guru, sudah
seharusnya memilki semua teknik atau konsep yang terdapat diats. Karena dengan
adanya keterampilan bertanya dapat menguji pemahaman siswa. Keterampilan
penguatan diberikan untuk meningkatkan motivasi siswa, keterampilan mengadakan
variasi dapat meningkatkan minat dan keingintahuan siswa dan seterusnya.
3.2 Saran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar