Kamis, 13 Desember 2012

FORMAT PENELITIAN


CONTOH
FORMAT DAN KOMPONEN-KOMPONEN DALAM PENELITIAN DESKRIPTIF

 SYARAT-SYARAT JUDUL YANG BAIK:
·         Singkat dan padat (Bukan kalimat dan bukan Alinea;)
·         Provokatif (Menarik perhatian untuk dilihat dan dibaca);
·         Relevan (Sesuai dengan isi yang ada dalam pembahasan).

BAB I PENDAHULUAN
1.1               Latar Belakang dan Masalah
1.1.1     Latar Belakang Penelitian
·         Dasar pemikiran  (diikuti dengan kutipan/pendapat para ahli);
·         Kemukakan gejala-gejala (diikuti dengan kutipan/pendapat para ahli);
·         Kemukakan beberapa alasan mengapa Anda tertarik menelitinya);
·         Jelaskan status penelitiannya (awal atau lanjutan), Jika lanjutan kemukakanlah beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu yang berkaitan dengan: (1) Nama peneliti; (2) judul penelitian; (3)  Fakultas; (4)  Tahun; (5)  hasil penelitiannya; (6)  apa bedanya dengan penelitian Anda.
·         Jelaskan manfaat penelitiannya: (1) Teoritis; dan (2) Praktis.

1.1.2    Masalah Penelitian
·         Buatlah beberapa pernyataan yang disesuaikan dengan gejala-gejala yang ada pada latar belakang dengan menggunakan kata: (1) Apa/Apakah; (2) Siapa; (3) mengapa; (4) Berapa; dan (5) Bagaimana. Artinya sesuaikan dengan objek yang akan diteliti. Jika objek itu lebih dari satu buatlah/tulislah dengan huruf Arab.

1.2      Tujuan Penelitian
·          Tujuan Penelitian harus berpedoman kepada masalah;
·          Tujuan Penelitian harus menggambarkan semua masalah;
·          Tujuan Penelitian harus menimal sebanyak masalah.

1.3       Ruang Lingkup Penelitian
·         Ruang lingkup harus menggambarkan semua komponen yang tercakup di dalam   judul dan diuraikan secara rinci;
·      Semua komponen tersebut termasuk ke dalam suatu disiplin ilmu  apa (sebutkan).

1.3.1        Pembatasan Penelitian
·         Kemukakanlah terlebih dahulu semua komponen seperti  yang terdapat dalam  latar belakang;
·         Batasilah komponen  mana saja yang Anda teliti;
·         Buatlah alasannya kenapa yang ini Anda teliti, kenapa yang lain tidak (alasan tersebut dapat diterima akal).

1.3.2        Penjelasan Istilah
·         Kemukakanlah istilah-istilah yang Anda gunakan berdasarkan kelompok kata sesuai dengan keinginan Anda (mulai dari judul, dan yang berhubungan istilah pendidikan).
1.4  Anggapan Dasar, Hipotesis, dan Teori

1.4.1        Anggapan Dasar
·         Buatlah sebuah pernyataan yang bersifat universal ;
·         Pernyataan tersebut mencakup semua masalah yang Anda teliti;
·         Pernyataan tersebut tidak bisa ditolak oleh hipotesis;

1.4.2        Hipotesis
·         Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah (boleh ada boleh tidak);
·         Buatlah jawaban sementara  setiap masalah;
·         Benar atau tidaknya sebuah hipotesis bukanlah baik atau buruknya sbuah hasil penelitian;
·         Hipotesis dibuktikan pada setiap kesimpulan, ditolak atau diterima.

1.4.3        Teori
·         Teori adalah pendapat para ahli yang biasa dijadikan landasan atau pokok pikiran untuk menyelesaikan masalah;
·         Kemukakanlah beberapa teori  yang relevan dengan masalah yang Anda teliti;
·         Hindarilah teori-teori yang bertentangan dengan masalah yang Anda teliti.

1.5    Penentuan Sumber Data
1.5.1        Populasi
·         Populasi adalah semua objek yang tercakup dalam judul penelitian Anda;
·         Kemukakan semua objek itu dengan baik (bila perlu menyangkut dengan jumlah tuliskan jumlahnya).
1.5.2        Sampel
·         Sampel adalah sebahagian dari populasi (artinya objek yang diteliti saja);
·         Kemukakanlah sebahagian itu dengan baik (artinya bila orang sebutkan, bila barang sebutkan, bila jasa sebutkan dan sebagainya);
·         Jelaskan nama dan cara pengambilan sampel penelitian itu.

1.6    Pengumpulan Data 
1.6.1        Metode Penelitian
·         Metode apa saja yang Anda gunakan dalam penelitian ini (jelaskan dengan baik).
1.6.2        Teknik Penelitian
·         Kemukakanlah beberapa teknik untuk mengumpulkan data penelitian Anda (0bservasi, Angket, Dokumentasi, Rekaman, Wawancara, dsb.).Semua teknik yang dipakai jelaskan dengan baik).









BAB  II  DASKRIPSI DAN ANALISIS DATA
2.1      Deskripsi Data
·            Deskripsi data adalah gambaran gelobal/ garis besar  mengenai hasil pengolahan  sesuai dengan masalah yang diteliti;
·            Gambaran gelobal/garis besar data yang diuraikan harus sesuai dengan teknik pengumpulan data;
·            Gambaran gelobal/garis besar data pada deskripsi data ini tidak dibolehkan pakai table, hanya dalam bentuk uraian.

2.2      Analisis Data
·            Analisis data adalah data yang dianalisis secara rinci sesuai dengan masalah yang diteliti;
·            Analisis data yang dirinci itu harus sesuai dengan teknik pengumpulan data;
·            Data yang dianalisis secara rinci harus diakhiri dengan tabel dan bertujuan supaya pembaca lebih mudah memahaminya;
·            Data yang dianalisis sebaiknya diikuti dengan kutipan.

2.3      Interpretasi Data
·            Interpretasi ada adalah kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya sesuatu hasil penelitian yang ditemukan berdasarkan masalah yang diteliti;
·            Interpretasi data sebaiknya berdasarkan masalah;
·            Interpretasi data sebaiknya diikuti dengan kutipan/pendapat para ahli


BAB  III  KESIMPULAN
3.1  Kesimpulan
·                    Simpulkanlah setiap masalah yang Anda teliti;
·            Pada akhir kesimpulan pada setiap masalah buktikan hipotesisnya (ditolak atau  diterima);
·      Jika ditolak dan diterima kemukakanlah penjelasannya dengan baik.


BAB IV   HAMBATAN DAN SARAN

4.1. Hambatan
4.1  .1   Hambatan Administrasi
·            Surat-menyurat dari awal sampai akhir penelitian. 
4.1.2   Hambatan Penelitian
·            Mulai dari awal sampai akhir penelitian.

4.1.3   Hambatan Pengolahan Data
·       Mulai dari awal sampai akhir penelitian.

4.2  Saran
·        Saran sesuaikan dengan Hambatan/Kesimpulan



DAFTAR   PUSTAKA

    
Bastian, Aulia Reza. 2002. Reformasi Pendidikan. Jakarta: Lappera Pustaka Utama.

G. Maidar Arsjad dan Mukti U.S. 1988. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.


LAMPIRAN

  1. SEMUA BENTUK SURAT-MENYURAT
  2. ANGKET
  3. DOKUMEN DAN SEBAGAINYA
  4. SEMUA LAMPIRAN HARUS PAKAI NOMOR HALAMAN





































PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KUANTUM
RANCANGAN PEMBELAJARAN TANDUR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI KELAS VII B SMP 1 PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN






SKRIPSI





DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT GUNA MEMPEROLEH GELAR
SARJANA PENDIDIKAN PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU






OLEH
SUHARTINI
NPM 076212436






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2010

DAFTARISI                                                                                                                              Halaman

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN
1.2              Latar Belakang dan Masalah
1.2.1        Latar Belakang
1.2.2        Masalah
1.2      Tujuan Penelitian
1.7        Ruang Lingkup Penelitian
1.7.1        Pembatasan Penelitian
1.7.2        Penjelasan Istilah
1.8  Anggapan Dasar, Hipotesis, dan Teori
1.8.1        Anggapan Dasar
1.8.2        Hipotesis
1.8.3        Teori
1.9  Penentuan Sumber Data
1.9.1        Populasi
1.9.2        Sampel
1.6  Pengumpulan Data 
1.6.1  Metode Penelitian
1.6.2 Teknik Penelitian

BAB  II  DASKRIPSI DAN ANALISIS DATA
2.4    Deskripsi Data
2.5    Analisis Data
2.6    Interpretasi Data

BAB  III  KESIMPULAN
3.1  Kesimpulan

BAB IV   HAMBATAN DAN SARAN
4.1. Hambatan
4.2  .1   Hambatan Administrasi
4.1. 2   Hambatan Penelitian
4.1. 3   Hambatan Pengolahan Data
4.2  Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
SEMUA BENTUK SURAT-MENYURAT
ANGKET
DOKUMEN DAN SEBAGAINYA
SEMUA LAMPIRAN HARUS PAKAI NOMOR HALAMAN





SURAT KETERANGAN

            Kami pembimbing skripsi ini dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa tersebut dibawah ini:
Nama               : Nurliatika
NPM               : 046210197
Jurusan            : Pendidikan Bahasa dan Seni
Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Telah menyuun skripsi dengan judul:
KESULITAN GURU BIDANG STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PEMBELAJARAN DAN KETERSEDIAAN  SARANA  PRASARANA  BERDASARKAN  KTSP  KELAS VIII
DI SMPN SE-KECAMATAN BAGAN SINEMBAH KABUPATEN ROKAN HILER

Dan skripsi ini disetuju untuk diajukan.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana perlunya.





















BERITA  ACARA  PENYERAHAN
BARANG DAN UANG

        Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, pada hari ini  Senin tanggal 8 bulan Januari Dua Ribu Tujuh (08- 01- 2007) diadakan penyerahan barang dan uang dari Pusat Studi dan Pengembangan Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau Pekanbaru kepada pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau Pekanbaru. Barang dan Uang yang diserahkan adalah:
  1. Acer Projector 2 (dua) buah;
  2. Uang sebanyak Rp 1.000.000, (satu juta rupiah);
  3. Hasil Penelitian dan Pelatihan 10 SD, Program Pengembangan SD Unggul Kabupaten Pelalawan 1 (satu) buah.
  4. Stempel Pusat Studi dan Pengembangan Pendidikan FKIP-UIR;
Dengan harapan: (1) 2 Buah Acer Projector  tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau Pekanbaru; (2) Uang sebanyak 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) dapat digunakan untuk makan bersama dosen/karyawan FKIP Universitas Islam Riau Pekanbaru; (3) Hasil Penelitian dan Pelatihan 10 SD, Program Pengembangan SD Unggul 1 buah dapat dimanfaatkan dengan baik; dan (4) Sedangkan Stempel Pusat Studi dan Pengembangan Pendidikan FKIP-UIR Pekanbaru kami kembalikan karena masa jabatan kami telah berakhir. Demikian harapan kami dan atas amanah yang diberikan selama 2 (dua) tahun tersebut kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan FKIP UIR Pekanbaru.
                                                                                             Pekanbaru, 08 Januari 2007
Pihak Yang Menyerahkan,                                      Pihak Yang Menerima,
Ketua Pusat Studi,                                                   Dekan FKIP-UIR,


Drs. Nazirun, M.Ed.                                  Drs. Amir Amjad, M.Pd.

KERETAMPILAN DASAR MENGAJAR


BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang dan Masalah
1.1.1          Latar Belakang
Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting kalau ia ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai sumbstansi bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar.
Sari dari keterampilan dasar mengajar ini diambil dari berbagai sumber dimana bahan ini digunakan untuk para mahasiswa yang melakukan praktek mengajar di sekolah sebelum dia bekerja sepenuhnya sebagai seorang guru. Pada kenyataannya dewasa ini banyak para guru yang mengajar dengan pola tradisional dan mengabaikan keterampilan-keterampilan yang sangat mendasar ini
Kami membahas makalah yang berjudul konsep dasar mengajar ini karena masih banyak dikalangan masyarakat atau orang tua murid yang belum yakin akan kualitas guru-guru atau profesi guru. Dimana profsi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih dipertanyakan orang, baik dikalangan para pakar pendidikan maupun diluar pakar pendidikan.
 Dalam memberikan pengertian tentang keterampilan mengajar guru, maka dalam hal ini penulis akan mengemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas.
Menurut Alvin W Howard, mengajar adalah suatu aktivitas untuk memberi, menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan,mengubah atau mengembangkan ide (cita-cita). Menurut Warni Rasyidin mengemukakan bahwa mengajar adalah keterlibatan guru dan siswa dalam interaksi proses belajar mengajar.
Guru sebagai koordinator menyusun,mengorganisasi dan mengatur situasi belajar.Menurut AG Soejono mengajar adalah usaha guru memimpin muridnya keperubahan situasi dalam arti kemajuan dalam proses perkembangan intelek pada khususnya dan proses perkembangan jiwa, sikap, pribadi serta keterampilan pada umumnya.
Berdasarkan dengan pengertian di atas maka dapat dipahami bahwa mengajar adalah usaha yang dilaksanakan oleh guru melalui bahan pengajaran yang diarahkan kepada siswa agar dapat membawa perubahan baik kognitif, afektif maupun psikomotorik.Keterampilan mengajar guru adalah kecakapan atau kemampuan guru dalam menyajikan materi pelajaran. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai persiapan mengajar antara lain, guru harus menguasai bahan pengajaran mampu memilih metode yang tepat dan penguasaan kelas yang baik.


1.1.2        Masalah dan Pembatasan Masalah
1.1.2.1  Masalah
1.      Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajar?
2.      Apa saja konsep dasar guru dalam mengajar?
3.      Apa saja keterampilan yang diperlukan guru dalam mengajar?
4.      Variasi apa sajakah yang dapat digunakan sebagai metode dalam mengajar?
1.1.2.2  Pembatasan Masalah
Bedasarkan banyaknya masalah yang timbul dari konsep dasar mengajar, kami membatasi masalah yang akan dibahas yaitu : apa saja konsep guru dalam mengajar.
1.2  Tujuan penelitian
1.      Untuk mengetahui hal- hal yang perlu di perhatikan dalam mengajar
2.      Untuk mengetahui konsep dasar guru dalam mengajar
3.      Untuk mengetahui apasaja keterampilan yang di perlukan guru dalam mengajar
4.      Untuk mengetahui apasaja yang dapat di gunakan sebagai metode dalam mengajar
1.3   Ruang lingkup

Profesi guru merupakan profesi yang luar biasa. Guru merupakan pendidik dan pengajar di lembaga pendidikan, baik pendidikan formal, pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah. Guru merupakan sosok yang bisa mengajarkan pendidikan kepada muridnya. Salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas adalah faktor guru. Jika guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik hasil pembelajaran akan baik pula. Ada beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang.
Dalam Strategi Belajar Mengajar, ada beberapa langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut;
·         menentukan tujuan dalam arti merumuskan tujuan dengan jelas sehingga dapat diketahui apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa, dalam kondisi yang bagaimana serta seberapa tingkat keberhasilan yang diharapkan. Strategi yang dipilih guru untuk aspek ini didasarkan pada perhitungan bahwa strategi tersebut akan dapat membentuk sebagaimana besar siswa untuk mencapai hasil yang optimal.
·         Namun guru tidak boleh berhenti sampai disitu, dengan kemajuan teknologi, guru dapat mengatasi perbedaan kemampuan siswa melalui berbagai jenis media instruksional. Misalnya, sekelompok siswa belajar melalui modul atau kaset audio, sementara guru membimbing kelompok lain yang dianggap masih lemah.



BAB I1 PEMBAHASAN
1.   Keterampilan Bertanya.
Keterampilan bertanya adalah merupakan keterampilan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar, karena metode apapun, tujuan pengajaran apapun yang ingin dicapai dan bagaimana keadaan siswa yang dihadapi,maka bertanya kepada siswa merupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan. Karena pertanyaan yang diajukan kepada siswa agar berpengaruh tidaklah mudah. Memberi pertanyaan perlu adanya latihan dari guru-guru. Sehingga diharapkan guru dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat, sebab memberi pertanyaan secara efektif dan efisien akan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku baik pada guru maupun dari siswa. Dari guru yang sebelumnya selalu aktif memberi informasi akan berubah menjadi banyak mengundang interaksi siswa, sedangkan dari siswa yang sebelumnya secara pasif mendegarkan keterangan guru akan berubah menjadi banyak berpartisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan mengemukakan pendapat. Hal ini akan menimbulkan adanya cara belajar siswa aktif yang berkadar tinggi. Untuk lebih memudahkan guru dalam menggunakan keterampilan bertanya hendaknya seorang guru mengetahui kegunaan dari penggunaan keterampilan bertanya.
Adapun kegunaan dari penggunaan keterampilan bertanya adalah:
  1. Akan dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap pokok bahasa yang akan dibahas.
  2. Dapat memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan.
  3. Dapat mengembangkan keaktifan dan berfikir siswa.
  4. Dapat mendorong siswa untuk dapat menggunakan pandangan-pandangan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
  5. Sebagai umpan balik bagi guru untukmengetahui sejauhmana prestasi belajar siswa selama proses belajar mengajar.
  6. Dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisir dan memberi informasi yang pernah didapat sebelumnya.
2. Keterampilan Memberi Penguatan
Yang dimaksud dengan keterampilan memberi penguatan adalah respon positif dari guru kepada anak didik yang telah melakukan suatu perbuatan baik. Pemberian penguatan ini dilakukan oleh guru dengan tujuan agar anak lebih giat berpartisiasi dalam interaksi belajar mengajar dan siswa agar mengulangi lagi perbuatan yang baik walaupun pemberian penguatan sangat mudah pelaksanaannya. Namun kadang-kadang banyak diantara guru yang tidak melakukan pemberian penguatan kepada muridnya yang melakukan perbuatan baik.
Pemberian penguatan dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa tujuan dan manfaat apabila dapat dilakukan dengan tepat antara lain:
  1. Dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
  2. Dapat mendorong siswa untuk berbuat baik dan produktif.
  3. Dapat menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa itu sendiri.
  4. Dapat meningkatkan cara belajar siswa aktif.
  5. Dapat mendorong siswa untukeningkatkan belajarnya secara mandiri.
Walaupun pemberian penguatan sifatnya sederhana dalam pelaksanaannya, namun dapat pula pemberian penguatan yang diberikan kepada siswa justru membuat siswa enggan belajar karena penguatan yang diberikan tidak sesuai dengan tindakan yang dilakukan siswa tersebut, pemberian penguatan yang berlebihan akan berakibat fatal. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam pemberian penguatan antara lain:
a.   Hangat dan Antusias
Guru dalam memberikan penguatan kepada siswa hendaknya menunjukkan sifat yang baik, menarik dan juga sungguh-sungguh sehingga siswa merasa senang dengan sikap guru diwaktu memberi penguatan. Dalam pemberian penguatan diharapkan guru menunjukkan ekspresi wajah yang menarik, sinar mata yang sejuk, suara yang jelas dan enak didengar.
b. Bermakna
Pemberian penguatan hendaknya disesuaikan dengan tingkat pencapaian keberhasilan siswa dan mempunyai arti bagi siswa yang melakukan perbuatan itu sehingga penguatan dapat diterima siswa dengan senang hati.
c. Hindari Penggunaan Penguatan Negatif
Walaupun pemberian kritik atau hukuman adalah efektif untuk dapat mengubah motivasi,penampilan dan tingkah laku siswa, namun pemberian itu memiliki akibat yang sangat kompleks, dan secara psikologis agak kontraversial,karena itu sebaiknya dihindari banyak akibat yang muncul yang tidak dikehendaki misalnya siswa menjadi frustasi,pemberani, hukuman dianggap sebagai kebanggaan,dan peristiwa akan terulang kembali.
d. Penggunaan Bervariasi
Pemberian penguatan seharusnya diberikan secara bervariasi baik komponennya maupun caranya dan diberikan secara hangat dan antusias. Penggunaan cara dan jenis komponen yang sama misalnya guru selalu menggunakan kata-kata “bagus” akan mengurangi efektivitas pemberian penguatan. Pemberian penguatan juga akan bermanfaat bila arah pemberiannya bervariasi, mula-mula keseluruhan anggota kelas,kemudian kelompok kecil, akhirnya keindividu, atau sebaliknya tidak berurutan.
3. Keterampilan Memberi Variasi
Variasi adalah suatu kegiatan Guru dalam konteks interaksi belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga dalam proses belajar mengajar murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.
Keterampilan variasi yang tepat dalam proses belajar mengajar akan dapat memberi manfaat bagi siswa antara lain:
  1. Dapat menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap materi yang diberikan kepadanya.
  2. Dapat memberi motivasi kepada siswa untuk memusatkan perhatiannya pada proses belajar mengajar.
  3. Dapat menghindari kebosanan siswa dalam belajar.
  4. Dapat mendorong anak untuk mengadakan diskusi dengan temannya.
Pemberian  Variasi dalam proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai perubahan pengajaran dari yang satu dengan yang lain disinilah pentingnya seorang Guru menguasai berbagai metode dalam mrngajar sebab dengan menggunakan berbagai metode dalam mengajar akan membangkitkan gairah belajar siswa. Misalnya saja seorang Guru diawal mata pelajaran menggunakan metode ceramah kemudian diselingi dengan metode tanya jawab mau tak mau siswa akan mempunyai keseriusan dalam memperhatikan pelajaran.
Ada tiga aspek dalam keterampilan memberi variasi yang harus dikuasai guru dalam proses belajar mengajar yaitu:
1.      Variasi dan Gaya Mengajar
Agar tidak terjadi kebosanan anak dalam belajar maka guru dapat melakukan variasi dalam gaya mengajar yang mana dalama memberi gaya mengajar ini guru dapat melakukan dengan cara variasi suara, penekanan, kontak pandang, gerakan anggota badan dan pindah posisi.
2.      Variasi Media dan Bahan Ajaran
Tiap anak didik memiliki kemampuan indra yang tidak sama baik pendengaran maupun penglihatannya demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih senang membaca, ada yang lebih mendengarkan, ada yang suka mendengarkan dulu baru membaca dan sebaliknya. Dengan variasi penggunaan media, kelemahan indra yang dimiliki tiap anak didik dapat dikurangi. Untuk menarik perhatian anak didik misalnya, guru dapat memulai berbicara lebih dulu, kemudian menulis dipapan tulis dilanjutkan dengan melihat contoh kongkrit. Dengan varisi seperti itu dapat memberi stimulus terhadap indra anak didik.
Ada tiga variasi penggunaan media Menurut Syaiful Bahri Djamarah yaitu:
1.      Variasi Media Dengar
Media dengar yang dapat dipakai adalah pembicaraan anak didik, rekaman bunyi dan suara, rekaman musik, rekaman drama, wawancara yang semuanya itu dapat memiliki relevansi dengan pelajaran.
2.      Variasi Media Taktil
Variasi media taktil adalah penggunaan media yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajaran.
3.       Variasi interaksi
Variasi dalam pola interaksi antara guru dengan anak didik memiliki rentangan yang bergerak dari dua kutub, yaitu:
·         Anak didik bekerja atau belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru.
·         Anak didik mendengarkan dengan pasif. Situasi didominasi oleh guru dimana guru berbicara kepada anak didik.
Diantara dua kutub itu banyak kemungkinan dapat terjadi. Misalnya, guru berbicara dengan sekolompok kecil anak didik melalui pengajuan beberapa pertanyaan atau guru berbincang dengan anak didik secara individual, atau guru menciptakan situasi sedemikian rupa sehingga antar anak didik dapat saling tukar pendapat melalui penampilan diri, demonstrasi, atau diskusi.
4.  Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran
Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan siap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup pelajaran adalah mengakhiri kegiatan inti pelajaran-pelajaran.
Tujuan pokok dalam membuka pelajaran adalah untuk menyiapkan mental siswa agar siap memasuki mata pelajaran yang dibahas. Contoh membuka pelajaran; Guru: Nah anak- anak ! pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari suatu pokok pelajaran baru tentang “ Shalat” tetapi sebelum memulai pelajaran maka coba perhatikan gambar ini? Ya. Kamu Una! Dan seterusnya. Sedangkan menutup pelajaran biasanya Guru merangkum materi pelajaran atau membuat garis besar dari mata pelajaran yang diajarkan sehingga siswa memperoleh gambaran yang jelas tentang isi pelajaran. Biasa juga Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang isi materi pelajaran atau memberi tugas rumah kepada siswa.
5.        Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi edukatif dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses interaksi edukatif. Yang termasuk kedalam hal ini adalah misalnya penghentian tingkah laku anak didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu penyelesaian tugas anak didik, atau penetapan norma kelompok yang produktif.
Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur anak didik dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran.Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.
6. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil.
Yang dimaksud dengan diskusi kelompok kecil di sini adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok individu dalam suatu interaksi tatap muka secara kooperatif untuk tujuan membagi informasi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Keterampilan membimbing diskusi memilih kelebihan dan keterbatasan antara lain :
a.       Kelebihannya
    • Kelompok memiliki sumber daya yang lebih banyak daripada individu. Pengetahuan dan pengalaman sekelompok orang yang jelas lebih banyak dari pengetahuan dan pengalaman seseorang.
    • Anggota kelompok sering diberi masukan dan motivasi dari anggota lain, yang berusaha agar sumbangan pikiran bermanfaat untuk keberprestasian kelompok.
    • Kelompok dapat mengprestasikan keputusan yang lebih baik
    • Anggota kelompok memiliki ikatan yang kuat terhadap keputusan yang diambil dengan melalui keterklibatannya dalam diskusi.
    • Partisipasi dalam diskusi akan meningkatkan saling pengertian antar individu dalam satu kelompok dan dalam kelompok yang lain.
    • Keterbatasan
      • Diskusi memakan waktu
      • Pemborosan waktu
      • Diskusi dapat menekan pendirian
7. Keterampilan menjelaskan.
Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang amat penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa didalam kelas.
Tujuan memberikan penjelasan antara lain:
  • Membimbing murid untuk mendapat dan memahami hukum, fakta, definisi dan prinsip secara objektif.
  • Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
  • Untuk mendapat balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalapahaman mereka.
·          Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti- bukti dalam pemecahan masalah.
8.      Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar.
BAB III PEUTUP
3.1  Kesimpulan
Didalam mengajar ada beberap konsep mengajar yang dapat kita terapkan diantaranya adalah:
1. Keterampilan Bertanya
2. Keterampilan Memberi Penguatan
3. Keterampilan Mengadakan variasi
4. Keterampilan Menjelaskan
5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
6. Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
7. Keterampilan Mengelola Kelas
8. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
            Sebagai seorang guru, sudah seharusnya memilki semua teknik atau konsep yang terdapat diats. Karena dengan adanya keterampilan bertanya dapat menguji pemahaman siswa. Keterampilan penguatan diberikan untuk meningkatkan motivasi siswa, keterampilan mengadakan variasi dapat meningkatkan minat dan keingintahuan siswa dan seterusnya.
3.2  Saran